TEL
AVIV (SuaraMedia) - Kembali terjadi kasus pencurian oleh prajurit
Brigadir Givati. Prajurit Israel tersebut didakwa pada hari Senin atas perampokan saat operasi IDF di Tepi Barat.
Dakwaan tersebut merupakan yang kedua yang dituduhkan kepada prajurit
perang Givati yang melakukan pencurian terhadap Palestina.
Insiden tersebut terjadi pada bulan November 2008, dan telah di bawah
penyelidikan untuk beberapa bulan. Dua prajurit yang diduga oleh
penyidik telah masuk ke sebuah rumah di desa Beit Furik dan telah
mengambil uang mereka di sana.
Minggu lalu dua prajurit ditangkap, tetapi satunya dilepas setelah
penyidik menemukan dia tidak terkait dengan kejahatan. Temannya mengakui
tuntutan tersebut dan berkata dia telah mencuri NIS 500 ($ 125), yang
kemudian dihamburkan untuk berfoya-foya.
Dakwaan terhadap tentara tersebut, yang akan dikeluarkan dari
tentara, juga menuntutnya atas tindakan yang mengganggu penyelidikan
dengan berusaha meyakinkan kepada temannya untuk tidak memberitahukan
kepada penyidik apa yang terjadi. Polisi militer telah diminta untuk
melanjutkan penangkapan sampai berhentinya proses hukum terhadap dia.
Para pengacara prajurit tersebut mengatakan kepada penyidik
menggunakan cara yang tidak sah secara hukum dalam menginterogasi
kliennya. Hal tersebut dilakukan agar mendapatkan pengakuan kliennya dan
menolak hak untuk perwakilan baginya.
Dakwaan ini adalah yang kedua yang dijatuhkan terhadap prajurit
Givati atas pencurian dalam waktu satu bulan. Sebelumnya seorang
prajurit dari pasukan mengakui mencuri NIS 1600 ($ 400) dari kartu
kredit dia curi dari orang Palestina selama Operasi Cast Lead di Jalur
Gaza.
Pada bulan lalu, pengadilan militer Komando selatan IDF melakukan
penangkapan seorang prajurit Brigade Givati karena tindakan pencurian
ketika Israel melakukan operasi militer baru-baru ini di Gaza.
Prajurit tersebut diduga melakukan pencurian kartu kredit dari rumah
Palestina bersama dengan prajurit lainnya. Dia kemudian menggunakannya
untuk membeli barang seharga NIS 1600 ($ 388). Penangkapan mereka
pertama kali dilaporkan oleh Kantor Berita Ynet.
Prajurit yang terdakwa tersebut kemudian mengaku bersalah atas
tuntutan terhadap dirinya selama investigasi, jaksa penuntut militer
bermaksud untuk menuduh dia dalam beberapa hari.
Orang Palestina pertama yang mengeluhkan hilangnya kartu kreditnya
pada tanggal 14 April, tiga bulan setelah operasi Gaza berakhir. Keluhan
yang mengatakan bahwa kartu telah menghilang dari rumah di sebelah
utara Jalur Gaza, dan bahwa para pemilik bahwa beberapa waktu kemudian
dia telah ditagih untuk pembelian yang dilakukan di Israel.
Keluhan yang tersebut memicu oleh penyelidikan polisi militer, dan
sebuah laporan rahasia telah diserahkan kepada hakim tepat sebelum dua
prajurit tersebut ditangkap. Pejabat kepala mengatakan penyelidikan
masih berlangsung, dan mungkin melibatkan prajurit dan sipil lainnya.
Brigadir Givati pada dasarnya berfungsi sebagai kekuatan amfibi dan
merupakan salah satu angkatan darat dalam Angkatan Pertahanan Israel.
Prajurit Givati dikenal dengan baret ungu. Simbol dari Brigade tersebut
merupakan rubah. Mereka berpartisipasi dalam Perang Gaza Desember lalu,
yang memiliki kode nama Operation Cast Lead.
Sungguh ironis bahwa sebuah kasus kehilangan sejumlah $ 400
diselidiki secara serius oleh pemerintah Israel, sedangkan kasus
kejahatan perang yang telah memakan banyak nyawa tak berdosa, sekaligus
pelanggaran hak asasi manusia justru belum menunjukan hasil yang
signifikan. Padalah, kerugian yang dialami tentunya tidak mungkin lebih
kecil dari $ 400.
sumber : http://www.voa-islam.com
Post a Comment