SERANG BANTEN, muslimdaily.net -
Warga Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, digegerkan
dengan pembakaran Al-Quran, Sajadah, dan kitab pegangan khotib di dua
Masjid yang ada di Kecamatan Petir, Kamis (14/2) dinihari. Dua Masjid
tersebut adalah Masjid Al Ma'mur di Kampung Pasanggrahan, Desa
Mekarbaru, Kec. Petir dan Masjid Uswatun Hasanah di Kampung/Desa
Sindangsari, Kecamatan Petir. Jarak antara kedua tempat ibadah tersebut
sekitar 1 kilometer. Berkat kesigapan warga, kedua masjid luput dari
kebakaran.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun FESBUK
BANTEN News, api yang menyala di Masjid Alma'mur pertama kali diketahui
oleh supir truk saat sedang melintas di jalan Raya Petir- Serang
sekitar pukul 01.00 WIB dinihari.
Supir truk kemudian memberitahu kepada warga bernama Ibu Mimi yang
bertempat tinggal di depan Masjid Alma'mur. Spontan bu Mimi membangunkan
warga untuk memadamkan api didalam masjid. Api akhirnya berhasil
dipadamkan oleh warga.
Sementara, peristiwa di Masjid Huswatun
Hasanah, diketahui api sudah padam pada pukul 04.30 wib ketika Akhsani
(pengurus masjid) hendak melakukan sholat Subuh, melihat melihat
sajadah dan alquran ditempat imam sudah dalam keadaan terbakar. Di
tembok Masjid juga terdapat coretan tangan bernada jorok dengan bahan
lumpur nyaris sama dengan tulisan yang ada di Masjid Al Ma'mur. Bahkan
pelaku juga sempat menuliskan jati dirinya dalam bahasa Sunda di tembok
masjid "Aing Yahya" (saya Yahya).
Berdasarkan informasi yang
diperoleh dari warga setempat, Yahya adalah diduga pria kurang waras
yang sering keluyuran di daerah tersebut. Yahya diketahui stres sejak
tahun 2008 lalu lantaran cinta tak kesampaian kepada gadis idamannya.
Bahkan ketika Neti, gadis idamannya dipersunting pria lain, Yahya
sempat melakukan penyerangan ke pesta pernikahan namun berhasil
digagalkan warga dan sempat diproses di Polsek Petir.
Aksi
pembakaran di dua masjid yang diduga dilakukan pria diduga stres ini
kontan mendapat perhatian serius Kapolda Banten, Brigjen Edi Sumantri.
Didampangi Kapolres Serang, AKBP Ady Soeseno, jenderal bintang satu ini
langsung mendatangi Masjid Al Ma'mur dan Masjid Uswatun Hasanah untuk
memeriksa langsung dan mencari informasi yang jelas terkait latar
belakang aksi pembakaran sarana ibadah ini.
Menurut Brigjen Pol
Edi Sumantri, berdasarkan keterangan yang didapat pelakunya diduga
adalah orang yang mengalami gangguan kejiwaaan. Kapolda mengimbau
masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan peristiwa ini. “Pelakunya
orang yang mengidap gangguan jiwa dan ini tidak ada unsur SARA. Untuk
itu, masyarakat harus tetap tenang, jangan terprovokasi dengan isu-isu
yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” imbau Edi Sumantri.
Sementara
itu, Kapolres Serang, AKBP Ady Soeseno mengatakan tidak melihat kasus
ini dengan sebelah mata. Pihaknya tetap akan mengusut tuntas kasus
pembakaran ini. "Walaupun pelakunya dikabarkan mengindap gangguan jiwa,
tetap akan kita kejar. Setelah kita tangkap nanti akan kita periksakan
ke dokter ahli kejiwaan," kata Kapolres Ady Soeseno.
sumber : http://www.voa-islam.com
Post a Comment